UKA TKPA – NOV

MENUJU UTBK 2021

PENGERJAAN SOAL-SOAL TES POTENSI SKOLASTIK YANG DIUJIAN DI UTBK SBMPTN.

EDISI NOVEMBER 2020

0%
0 votes, 0 avg
  1. Kerjakan soal ini dengan baik. Ujian akan tertutup dengan sendirinya jika waktu ujian telah digunakan. Catatan !! Setelah penghitung waktu selesai, hasil ujian akan diserahkan secara otomatis. Durasi 50 menit.

Maaf, Waktu ujian telah usai.


SIMULASI UTBK TPS PENALARAN UMUM DAN PENGETAHUAN KUANTITATIF

SIMULASI UTBK TPS PU DAN PK JILC

1 / 40

Category: PENALARAN UMUM

Urutan bilangan dari TERKECIL hingga TERBESAR yang PALING TEPAT adalah ...

2 / 40

Category: PENALARAN UMUM

3 / 40

Category: PENALARAN UMUM

Manakah pertidaksamaan di bawah ini yang BENAR ?

4 / 40

Category: PENALARAN UMUM

1   3   12    4     35    28    32    192    186

Nilai yang tepat untuk menggantikan  adalah ....

 

5 / 40

Category: PENALARAN UMUM

Nilai yang tepat untuk menggantikan (X) pada gambar di bawah ini adalah ...

6 / 40

Category: PENALARAN UMUM

Barang seberat 45 ton dapat diangkut oleh 10 truk tipe S. Sementara itu , 5 truk tipe L dapat mengangkut 90 ton barang. Perbandingan besar kapasitas truk tipe L dan S adalah …

 

7 / 40

Category: PENALARAN UMUM

Sebuah kode menuliskan CHALKBOARD menjadi CPBSEDIBML, maka SKATEBOARD menjadi ...

 

8 / 40

Category: PENALARAN UMUM

Wilayah hutan yang dijadikan pertambangan lebih sering mengalami erosi. Makin tinggi laju erosi, makin sering banjir terjadi.

 

Berdasarkan pernyataan tersebut, manakah yang paling mungkin menjadi akibat dari hutan yang dijadikan pertambangan?

 

9 / 40

Category: PENALARAN UMUM

Gas air mata dapat menyebabkan gejala sakit mata, masalah pernafasan, iritasi kulitm pendarahan, bahkan kebutaan. Amnesti International memasukkan gas air mata sebagai bagian dari barang perdagangan Internasional yang membahayakan. Meskipun demikian, gas air mata hampir selalu digunakan oleh pihak berwenang untuk meredakan demonstrasi.

 

Berdasarkan informasi tersebut, manakah pernyataan berikut yang pasti benar?

 

10 / 40

Category: PENALARAN UMUM

Pijat refleksi yang dilakukan di bagian tangan dan kaki akan menekan ujung-ujung saraf. Tekan di ujung saraf akan meningkatkan relaksasi. Tubuh yang rileks akan membuat tidur lebih nyenyak. Meskipun kegiatan sangat padat, tubuh tidak akan kelelahan karena tidur yang nyenyak.

 

Berdasarkan informasi tersebut, manakah pernyataan berikut yang benar?

11 / 40

Category: PENALARAN UMUM

Kebakaran hutan banyak terjadi pada musim kemarau panjang sehingga memicu terjadinya kabut asap. Kabut asap yang bermunculan di berbagai wilayah berdampak pada kualitas udara yang buruk. Masyarakat yang terkena dampak dari kualitas udara yang buruk mengalami masalah kesehatan, terutama masalah pernapasan. Meskipun banyak fasilitas kesehatan disediakan pemerintah, masyarakat tetap tidak bisa melakukan aktivitas secara normal karena masalah pernapasan.

 

Berdasarkan informasi tersebut, manakah pernyataan berikut yang benar?

 

12 / 40

Category: PENALARAN UMUM

Jika hasil panen bawang merah melimpah maka harga akan turun. Jika petani memperoleh sedikit untung maka akan kesulitan membayar kredit. Jika harga bawang merah turun maka petani memperoleh sedikit untung.

Kesimpulan yang benar adalah ….

13 / 40

Category: PENALARAN UMUM

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor-impor dan neraca perdagangan pada September 2019. Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan nilai ekspor tercatat US$ 14,1 miliar yakni terjadi penurunan cukup tajam 5,74% secara year on year. Penurunan ekspor dikarenakan terjadi penurunan di non-migas dan migas. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor September 2019 terkontraksi alias negatif 6,1%. Sementara impor diperkirakan mengalami kontraksi 4,5% dan neraca perdagangan surplus US$ 104,2 juta. Secara sektoral, perubahan ekspor secara tahunan adalah migas turun 37,13% menjadi US$ 0,83 miliar, pertanian naik 12,24% menjadi US$ 0,36 miliar, pengolahan turun 0,44% menjadi US$ 10,85 miliar dan pertambangan turun 14,82% menjadi US$ 2,06 miliar. Sementara nilai impor pada September 2019 mencapai US$ 14,26 miliar turun 2,41% secara year on year. Menurut pengeluaran barang, perkembangan impor adalah barang konsumsi naik 6,09% menjadi US$ 1,41 miliar, bahan baku turun 5,91% menjadi US$ 10,26 miliar dan barang modal naik 8,91% menjadi US$ 2,59 miliar. "Barang modal bergerak positif. Beberapa yang naik antara lain, laptop, notebook, komputer dan beberapa mesin serta perlengkapan," kata Suhariyanto.

 

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-September 2019 mencapai US$ 124,17 miliar atau menurun 8,00 persen disbanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$ 114,75 miliar atau menurun 6,22 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$ 272,4 juta (32,60 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$ 267,0 juta (193,08 persen). Ekspor nonmigas September 2019 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$ 2,41 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 1,48 miliar dan Jepang US$ 1,14 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,90 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$ 1,09 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-September 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$ 22,66 miliar, Jawa Timur US$ 14,03 miliar dan Kalimantan Timur US$ 12,37 miliar, dimana Jawa Barat dan Jawa Timur berkontribusi pada 32.28 persen ekspor.

 

Impor nonmigas September 2019 mencapai US$ 12,67 miliar atau naik 1,02 persen dibanding Agustus 2019, demikian pula jika dibandingkan September 2018 naik 2,82 persen. Impor migas September 2019 mencapai US$ 1,59 miliar atau turun 2,36 persen disbanding Agustus 2019 dan turun 30,50 persen dibandingkan September 2018. Peningkatan impor nonmigas terbesar September 2019 dibanding Agustus 2019 adalah golongan serealia sebesar US$ 125,5 juta yakni 67,58 persen dari total impor nonmigas, sedangkan penurunan terbesar adalah golongan gula dan kembang gula hanya sebesar US$ 66,0 juta. Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-September 2019 ditempat oleh Tiongkok dengan nilai US$ 32,35 miliar (29,34 persen), Jepang US$ 11,82 miliar (10,72persen), dan Thailand US$ 7,06 miliar (6,41 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$ 21.680,2 (19,66 persen), sementara dari Uni Eropa US$ 9.305,3 (8,44 persen).

 

Berikut ini pernyataan yang tidak sesuai dengan informasi impor Indonesia adalah ……

 

14 / 40

Category: PENALARAN UMUM

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor-impor dan neraca perdagangan pada September 2019. Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan nilai ekspor tercatat US$ 14,1 miliar yakni terjadi penurunan cukup tajam 5,74% secara year on year. Penurunan ekspor dikarenakan terjadi penurunan di non-migas dan migas. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor September 2019 terkontraksi alias negatif 6,1%. Sementara impor diperkirakan mengalami kontraksi 4,5% dan neraca perdagangan surplus US$ 104,2 juta. Secara sektoral, perubahan ekspor secara tahunan adalah migas turun 37,13% menjadi US$ 0,83 miliar, pertanian naik 12,24% menjadi US$ 0,36 miliar, pengolahan turun 0,44% menjadi US$ 10,85 miliar dan pertambangan turun 14,82% menjadi US$ 2,06 miliar. Sementara nilai impor pada September 2019 mencapai US$ 14,26 miliar turun 2,41% secara year on year. Menurut pengeluaran barang, perkembangan impor adalah barang konsumsi naik 6,09% menjadi US$ 1,41 miliar, bahan baku turun 5,91% menjadi US$ 10,26 miliar dan barang modal naik 8,91% menjadi US$ 2,59 miliar. "Barang modal bergerak positif. Beberapa yang naik antara lain, laptop, notebook, komputer dan beberapa mesin serta perlengkapan," kata Suhariyanto.

 

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-September 2019 mencapai US$ 124,17 miliar atau menurun 8,00 persen disbanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$ 114,75 miliar atau menurun 6,22 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$ 272,4 juta (32,60 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$ 267,0 juta (193,08 persen). Ekspor nonmigas September 2019 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$ 2,41 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 1,48 miliar dan Jepang US$ 1,14 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,90 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$ 1,09 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-September 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$ 22,66 miliar, Jawa Timur US$ 14,03 miliar dan Kalimantan Timur US$ 12,37 miliar, dimana Jawa Barat dan Jawa Timur berkontribusi pada 32.28 persen ekspor.

 

Impor nonmigas September 2019 mencapai US$ 12,67 miliar atau naik 1,02 persen dibanding Agustus 2019, demikian pula jika dibandingkan September 2018 naik 2,82 persen. Impor migas September 2019 mencapai US$ 1,59 miliar atau turun 2,36 persen disbanding Agustus 2019 dan turun 30,50 persen dibandingkan September 2018. Peningkatan impor nonmigas terbesar September 2019 dibanding Agustus 2019 adalah golongan serealia sebesar US$ 125,5 juta yakni 67,58 persen dari total impor nonmigas, sedangkan penurunan terbesar adalah golongan gula dan kembang gula hanya sebesar US$ 66,0 juta. Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-September 2019 ditempat oleh Tiongkok dengan nilai US$ 32,35 miliar (29,34 persen), Jepang US$ 11,82 miliar (10,72persen), dan Thailand US$ 7,06 miliar (6,41 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$ 21.680,2 (19,66 persen), sementara dari Uni Eropa US$ 9.305,3 (8,44 persen).

 

Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi penghasil barang ekspor terbesar di Indonesia dengan kontribusi terhadap total ekspor sebesar ……

15 / 40

Category: PENALARAN UMUM

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor-impor dan neraca perdagangan pada September 2019. Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan nilai ekspor tercatat US$ 14,1 miliar yakni terjadi penurunan cukup tajam 5,74% secara year on year. Penurunan ekspor dikarenakan terjadi penurunan di non-migas dan migas. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor September 2019 terkontraksi alias negatif 6,1%. Sementara impor diperkirakan mengalami kontraksi 4,5% dan neraca perdagangan surplus US$ 104,2 juta. Secara sektoral, perubahan ekspor secara tahunan adalah migas turun 37,13% menjadi US$ 0,83 miliar, pertanian naik 12,24% menjadi US$ 0,36 miliar, pengolahan turun 0,44% menjadi US$ 10,85 miliar dan pertambangan turun 14,82% menjadi US$ 2,06 miliar. Sementara nilai impor pada September 2019 mencapai US$ 14,26 miliar turun 2,41% secara year on year. Menurut pengeluaran barang, perkembangan impor adalah barang konsumsi naik 6,09% menjadi US$ 1,41 miliar, bahan baku turun 5,91% menjadi US$ 10,26 miliar dan barang modal naik 8,91% menjadi US$ 2,59 miliar. "Barang modal bergerak positif. Beberapa yang naik antara lain, laptop, notebook, komputer dan beberapa mesin serta perlengkapan," kata Suhariyanto.

 

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-September 2019 mencapai US$ 124,17 miliar atau menurun 8,00 persen disbanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$ 114,75 miliar atau menurun 6,22 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$ 272,4 juta (32,60 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$ 267,0 juta (193,08 persen). Ekspor nonmigas September 2019 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$ 2,41 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 1,48 miliar dan Jepang US$ 1,14 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,90 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$ 1,09 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-September 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$ 22,66 miliar, Jawa Timur US$ 14,03 miliar dan Kalimantan Timur US$ 12,37 miliar, dimana Jawa Barat dan Jawa Timur berkontribusi pada 32.28 persen ekspor.

 

Impor nonmigas September 2019 mencapai US$ 12,67 miliar atau naik 1,02 persen dibanding Agustus 2019, demikian pula jika dibandingkan September 2018 naik 2,82 persen. Impor migas September 2019 mencapai US$ 1,59 miliar atau turun 2,36 persen disbanding Agustus 2019 dan turun 30,50 persen dibandingkan September 2018. Peningkatan impor nonmigas terbesar September 2019 dibanding Agustus 2019 adalah golongan serealia sebesar US$ 125,5 juta yakni 67,58 persen dari total impor nonmigas, sedangkan penurunan terbesar adalah golongan gula dan kembang gula hanya sebesar US$ 66,0 juta. Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-September 2019 ditempat oleh Tiongkok dengan nilai US$ 32,35 miliar (29,34 persen), Jepang US$ 11,82 miliar (10,72persen), dan Thailand US$ 7,06 miliar (6,41 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$ 21.680,2 (19,66 persen), sementara dari Uni Eropa US$ 9.305,3 (8,44 persen).

 

Badan Pusat Statistik melaporkan penurunan nilai ekspor pada bulan September 2019. Besaran nilai ekspor pada bulan September 2018 adalah ……

16 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Pada segitiga siku-siku 𝐴𝐵𝐶, 𝐴𝐶 = 2𝐴𝐷. Berapakah panjang 𝐷𝐸?

Putuskan apakah pernyataan (1) dan (2) berikut cukup untuk menjawab pertanyaan tersebut.

  1. 𝐷𝐸 + 𝐵𝐶 = 12
  2. 𝐴𝐵 = 12

17 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Apakah 𝑥 = 𝑦?

Putuskan apakah pernyataan (1) dan (2) berikut cukup untuk menjawab pertanyaan tersebut.

  1. |𝑥| = |𝑦|
  2. 𝑥𝑦 > 0

18 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Terdapat angka 2 sampai 9 yang akan disusun menjadi bilangan antara 7.000 sampai 9.000.

Manakah hubungan yang benar antara kuantitas P dan Q berikut berdasarkan informasi yang diberikan?

19 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Diketahui 5 buah bilangan a, b, c, d dan e. Nilai e sama dengan dua kali d. Rata-rata a, b dan c adalah 8, Rata-rata a, b, c, d dan e adalah 7,2.

Manakah hubungan yang benar antara kuantitas P dan Q berikut berdasarkan informasi yang diberikan?

 

20 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Jumlah pegawai di perusahaan A lima kali jumlah pegawai di perusahaan B. Selisih antara jumlah pegawai perusahaan A dan perusahaan B adalah 60.

Manakah hubungan yang benar antara kuantitas 𝑃 dan 𝑄 berikut berdasarkan informasi yang diberikan?

21 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Jika g2(x) – 3 g(x2) = 2 dan g(x) = x + 1, maka hasil dari x1. x2 adalah …

 

22 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Diketahui parabola f(x) = x2 + 1 dan g adalah sebuah garis sebarang. Apakah g memotong parabola f(x) ?

Putuskan apakah pernyataan (1) dan (2) berikut cukup untuk menjawab pertanyaan tersebut.

  1. Garis g sejajar sumbu X
  2. Garis g sejajar sumbu Y

23 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Grafik di bawah menunjukkan keuntungan perusahaan P dan perusahaan Q selama periode 2013-2016. Manakah di antara pernyataan berikut yang benar?

  1. Persentase penurunan keuntungan selama periode 2014-2015 perusahaan P lebih besar daripada perusahaan Q.
  2. Rata-rata keuntungan selama periode 2014- 2016 perusahaan Q lebih besar daripada perusahaan P.
  3. Rasio antara keuntungan tahun 2016 dan tahun 2014 perusahaan P lebih besar daripada perusahaan Q.
  4. Jika pendapatan perusahaan P dan Q sama pada tahun 2015, maka modal perusahaan P lebih besar daripada modal perusahaan Q.

24 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

25 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Manakah di antara bangun ruang berikut yang memiliki lebih dari 6 sisi?

    1. Prisma segitiga
    2. Limas segi empat
    3. Kubus
    4. Prisma segi lima

26 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Diketahui a, b, dan c adalah tiga bilangan bulat berurutan.

    1. 2a+b+c selalu ganjil
    2. a+2b+c selalu genap
    3. a+b+2c selalu ganjil
    4. 3a+2b+c selalu genap

27 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Berikut ini adalah bangun segi empat dengan ciri-ciri setiap dua titik sudut yang berhadapan memiliki ukuran sama besar, kecuali ……

28 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Perhatikan gambar di bawah ini.

Segitiga PQR adalah segitiga sama kaki dengan PQ = QR. Jika sudut PQR adalah 52 derajat dan sudut BCR adalah 69o, maka nilai x adalah ... o

29 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Bilangan berikut yang habis dibagi 4 dan 9 adalah …..

30 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Perhatikan tabel di bawah ini !

Jika f (f (a)) = 17, maka  a = ...

31 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Peluang Ali, Bima, dan Dika lulus UTBK secara berturut-turut adalah 0,75; 0,8 ; dan 0,85. Peluang yang lulus hanya satu orang dari tiga orang tersebut adalah…

32 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

33 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Anggi memiliki 36 butir telur lebih banyak daripada Zahra. Lia memiliki setengah dari telur yang dimiliki Anggi. Jika Zahra memiliki 10 lusin telur maka total seluruh telur yang dimiliki ketiga anak tersebut adalah ……

34 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Tiga buah persegi yang kongruen disusun menjadi bangun seperti pada gambar. Jika luas daerah yang diarsir adalah 56 cm2, maka keliling bangun di bawah ini adalah ...

 

35 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Diketahui a – b < 0 ; c – b > 0 ; d – a < 0, maka hubungan yang benar adalah …

 

36 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

37 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Diberikan sebuah fungsi sebagai berikut.

Nilai dari  adalah ……

38 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

39 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Setiap siswa di dalam kelas diberi nomor urut , , , , …. dan seterusnya. Banyaknya digit (angka) yang digunakan untuk menulis nomor seluruh siswa adalah  angka. Banyak siswa di dalam kelas adalah ……

40 / 40

Category: PENGETAHUAN KUANTITATIF

Umur Ani sepertiga kali umur ayahnya. Umur ibunya lima perenam kali umur ayahnya. Jika umur Ani 18 tahun, maka umur ibunya adalah ...

Your score is

The average score is 32%

0%